Posts

Day 12: Under Construction

Image
Day 12 Under Construction Sumber: Gue Sendiri Setelah sekian lama tertunda akhirnya personal project gue jalan lagi. Saking lamanya ketunda, kucing gue yang tadinya anaknya masih kecil sekarang udah S2 di UI. Lepas dari prolog itu gue mau bercerita tentang perjalanan ke kantor. Gue selalu ngeliat kendaraan berat "parkir" di jalan karena proses pembangunan kota. Dengan adanya kendaraan tersebut, waktu yang dihabiskan masyarakat Jakarta khususnya pengguna kendaraan pribadi di jalan menuju tempat kerja menjadi semakin lama dan membuat tingkat stress mereka menjadi semakin tinggi. Kadang gue berpikir, apakah dengan adanya pembangunan ini tingkat stress masyarakat Jakarta bisa terbayarkan? Gue berharap nantinya dengan selesai pembangunan kota ini tingkat stress masyarakat Jakarta bisa menurun dan anak kucing gue bisa mengabdikan ilmunya dia untuk kota Jakarta selama dia studi S2 di UI. 

Day 11: Frequently Ask Question

Image
Day 11 Frequently Ask Question Sumber: Gue Sendiri Tentang Pertanyaan-Pertanyaan yang Datang Ke Gue 1) "Mas pertimbangan lo buat nyamperin suatu tempat apa sih?" | "Biasanya kalo gue liat di koran tempat tersebut jadi pembahasan sebuah isu atau kalo lagi sepedaan liat tempat yang comment able kek berita line today." 2) "Kenapa harus ada wifi kalo lo ngunjungin suatu tempat?" | "Karena gue merupakan sobat miskin yang gak punya kuota. Jadi gue cari tempat yang ada free-wifi areanya buat upload atau cari-cari info tentang tempat tersebut. Pernah suatu saat hampir diamuk massa di Jalan Riau Bandung gara-gara gerak gerik gue mencurigakan. Padahal gue cuman cari-cari sinyal wifi di suatu tempat makan yg kebetulan passwordnya belum diganti sama pengelolanya (jadi gue masih bisa browsing gratisan)." 3) "Pernah nyasar dan gak tau jalan balik gak gara-gara lo keasikan eksplorasi?" | "Sering. Paling parah sih waktu gue seped...

Day 10: Damas Waktu Kuliah Starter Pack

Image
Day 10 Damas Waktu Kuliah Starter Pack Sumber: Gue Sendiri Ilustrasi Seorang Rifqi Hadyan Damas Di Masa Perkuliahan Soal perlengkapan eksplorasi gue sehari-hari cukup simpel mengingat gue masih dalam golongan "perkumpulan sobat miskin". Dengan alat-alat yang gue punya, gue bisa membuat sebuah karya tulis/grafis sambil ngulik setengah kota dalam waktu satu hari. Alat-alat ini setidaknya sudah menemani gue dalam waktu hampir 5 tahun lamanya. Makanya gak heran kalo beberapa dari alat-alat tersebut rada bulukan (sama kek yang punya).

Day 9: Taman Tematik

Image
Day 9 Taman Tematik Sumber: Gue Sendiri Waktu gue jalan bersama teman gue yang kebetulan bukan mahasiswa arsitektur (dan sayangnya cowo), kita melihat banyaknya taman-taman di kota Bandung beserta teteh-teteh lucu lagi nyeruput es cingcau di dalamnya (untung aja bukan nyeruput kopi item sambil ngerokok jisamsu). Maraknya pembangunan ruang terbuka hijau di kota sekarang menyebabkan seorang teman gue menanyakan "emang ruang terbuka hijau tuh kok beda-beda di setiap tempat. Ada skate parknya, ada lapangan bolanya, ada orang pacarannya (sepertinya dia nyinggung gue). Emang jenisnya ada apa aja? Dan kenapa setiap jenis lingkungan, jenis tamannya beda-beda. Taman jomblo di bawah Jembatan Pasopati, Kalijodo di daerah yg dulunya tempat prostitusi, dan lain sebagainya?". Pertanyaan tersebut membuat gue mengeluarkan sedikit pengetahuan dan opini gue tentang apa saja jenis-jenis ruang terbuka hijau dan kenapa mereka dibangun di suatu lingkungan. Pembangunan Ruang Terbuka Hijau i...

Day 8: Arsitektur Kontekstual

Image
Day 8 Arsitektur Kontekstual Sumber: Gue Sendiri Waktu gue ngambil mata kuliah arsitektur kontekstual, gue jadi mengerti perjalanan arsitektur dari zaman penjajahan Belanda sampai era post modern sekarang. Gue gak harus jadi Barry Allen The Flash buat tau perjalanan waktu peradaban manusia. Cukup melihat bangunan sekitar dari segi tampilan maupun ruang dalam. Bagaimana art deco dengan streamlinenya, brutalism dengan beton minimalistnya, dan lain sebagainya. Tapi sebagai lulusan arsitek gue masih bingung kapan harus membangun bangunan selaras, kapan harus membangun bangunan kontras, dan kapan harus membangun rumah tangga.

Day 7: Hutan Beton Itu Bernama Jakarta

Image
Day 7 Hutan Beton Itu Bernama Jakarta Sumber: gue sendiri "Jakarta Beton Belantara" begitulah mural kaliopak yg gue lihat buatan pelaku seni favorit gue dude herlino a.k.a  @thepopoh . Sebaliknya gue ke Jakarta setelah 4,5 tahun menempuh kuliah arsitektur di Bandung, gue merasakan panasnya kota Jakarta menyaingi galaksi di luar sana yang bernama Bekasi. Salah satu penyebabnya adalah pembangunan gedung bertingkat yang tidak diimbangi dengan banyaknya vegetasi dan pembangunan ruang hijau kota. Gue kadang suka membayangkan ketika belantara beton yang kita tempati ini berlaku juga seleksi alam di hutan rimba. Siapa yang berkuasa dan bertahan, dia yang menang, tanpa pandang bulu. Hanya melibatkan insting semata karena pikiran dan angan-angan kita untuk menikmati ruang hijau kota diblokade oleh beton-beton yang menjulang tinggi di atas kepala kita.

Day 6: Pembentukan Karakter Lewat Kemacetan Perkotaan

Image
Day 6 Pembentukan Karakter Lewat Kemacetan Perkotaan Sumber: Gue Sendiri Ilustrasi Kemacetan di Daerah Perkotaan Sadar atau enggak kehidupan perkotaan secara gak langsung membentuk karakter kita yang tinggal di sana. Macetnya jalan raya membuat kita lebih tempramen, kepadatan penduduk dengan ragamnya membuat kita lebih insecure kalo ketemu orang, segregasi antara si kaya dan si miskin menimbulkan angka kriminalitas, dan masih banyak lagi permasalahan-permasalahan yang gue rasa lebih penting dibahas daripada cuman ngebahas jomblo (tersinggung) ataupun banyaknya akun Instagram Marrisa Haque. Bisa gak sih kehidupan perkotaan itu dirubah yang sudah mengakar dari lama?