Posts

Showing posts with the label #30harimenulisceritacinta

Aku Mencoba Berjuang Bersama Sebongkah Hatiku: Sebuah Pelajaran Yang Berharga #Tamat

Dua bulan Aku menjalin kasih dengan Winda. Sungguh Aku masih belum menyangka karena bisa mendapatkan dan menjalin kasih dengan wanita tercantik di kampusku. Sejauh ini hubunganku dengannya baik-baik saja walaupun ada batu-batu kecil yang menghalangi di perjalanan cintaku dengan Winda. Banyak rintangan yang menerjang hubungan kami berdua. Tapi bagiku, apapun rintangannya yang menerjang hubunganku dengan Winda tetap Aku dengan tenang dan sabar. Pada suatu saat di bulan ke-3 hubunganku dengan Winda, Aku merasakan hal-hal yang mengganjal di antara Aku dan Winda. Dia tidak membalas messenggerku maupun menjawab telepon dariku. Terus saja Aku melakukan kontak dengan Winda. Saat Aku menemuinya di kampus, dia spontan saja menghindariku. Dibingungkan dengan sikap Winda kepadaku, Aku menelusuri apa yang sebenarnya terjadi dengan Winda dan hubunganku dengan Windanya sendiri. Aku berusaha mencari tahu dengan apa yang terjadi antara kita berdua. Ternyata saat kutelusuri lebih lanjut, ...

Aku Mencoba Berjuang Bersama Sebongkah Hatiku: Awal Perjalanan Manis Kisah Cintaku

Kisah perjalanan untuk mendekati Winda pun berlanjut lewat messenger. Entah kenapa dia merasa senang jika Aku berada di dekatnya. Saat  itu  Aku belum merasakan hal yang aneh, yang Aku rasakan hanyalah sebuah pikiran positif bahwa Winda mau menerimaku sebagai kekasihnya. Ya semenjak dia memenangkan perlombaan kontes menulis di kampusku, Aku merasa semakin lebih dekat dengannya begitupun dengan Winda kepadaku (pikirku begitu). Aku sudah melakukan pendekatan ke Winda sejak 2 minggu yang lalu. Banyak hal yang kita bicarakan lewat messengger, kebanyakan Aku memberikannya sebuah syair kepadanya. Dia suka saat Aku memberikan sebuah syair untuknya. Dia mengatakan bahwa Aku adalah pria romantis, otomatis Aku merasa sangat senang dan bahagia. "Jarang-jarang wanita yang secantik Winda memujiku" pikirku sambil tersipu malu. Pendekatanku tidak hanya lewat messenger, komunikasi via telepon menjadi alternatif yang lain untuk melakukan pendekatan ke Winda. Namun di sini Aku tidak meminta no...

Aku Mencoba Berjuang Bersama Sebongkah Hatiku: Hatiku Menemukan Cintanya (lagi)

Berlanjut ke sebuah messenger, Aku membantu Winda dalam pembenahan naskah narasi kepunyaannya. Cukup banyak pembenahan yang aku berikan terhadap naskah narasi Winda. Saat itu Aku semakin merasakan cinta yang bergetar di hatiku. Siapa sih pria yang tidak mempunyai rasa suka kepada Winda akan kecantikannya? Sulit untuk di ungkapkan karena Aku masih terlalu pesimis karena Winda adalah wanita yang bisa dibilang high-class. Tapi yang jelas Aku tidak menyerah begitu saja karena benih-benih cinta sudah terlanjur tertanam di hatiku untuk Winda. Ku coba mendekatinya pelan-pelan, dengan tenang sejalan dengan arus yang mengalir di antara waktu-waktu yang berlalu. Aku tidak tau apakah Winda menyadari bahwa Aku mempunyai rasa kepadanya, yang jelas suatu saat Aku akan mengungkapkannya. Saat H-2 sebelum kontes menulis di kampusku di mulai. Aku bertemu dengan Winda di perpustakan kampusku untuk melakukan pembenahan kembali dan memastikan apakah naskah narasi Winda yang di berikan sedikit pembenahan o...

Aku Mencoba Berjuang Bersama Sebongkah Hatiku: Hatiku Yang Baru

Tiga setengah bulan berlalu, Aku melanjutkan perjuangan mencari cintaku bersama sebongkah hatiku yang sedikit rusak karena goresan batu karang yang pada akhirnya batu karang itu memisahkan antara Aku dan dia. Jujur di dalam lubuk hatiku, Aku masih merindukan Karin. Sulit untuk melupakannya. Selain dia first love-ku, Aku sudah banyak melakukan banyak hal yang membuatku bahagia bersamanya. Namun mau tidak mau Aku harus melupakan Karin (dalam artian aku tidak lagi mengejar Karin sebagai cintaku). Aku terus menahan rasa sakit yang berkepanjangan ini dengan mencari lagi sesosok wanita yang bisa menjadi cintaku. Di sabtu siang yang terik, Aku berada di kantin untuk makan siang. Makan siang seorang diri seperti biasanya. Lalu ada seorang wanita menghampiriku. Saat Aku lihat wajahnya Aku langsung kaget bukan kepalang, jarang-jarang wanita cantik menghampiriku. Setelah lebih jelas melihat wajahnya Aku kenal wanita yang menghampiriku ini. Dia adalah Winda, mahasiswa fakultas ekonomi di kampusk...

Aku Mencoba Berjuang Bersama Sebongkah Hatiku: Sebuah Jawaban

Karin pun menjawab pernyataan cintaku. Aku terdiam namun di dalam hatiku berjerit, hancur berkeping-keping setelah mendengar jawaban dari Karin. Untuk pertama kalinya Aku merasakan sakit hati yang cukup mendalam. Memang Aku baru merasakan cinta baru sekali. Dia menjawab "Maaf Adi, Aku tidak bisa menerima cintamu. Sebenarnya aku sudah mempunyai kekasih saat kita melakukan lost contact. Aku bukan bermaksud untuk menyakitimu Adi.. Sekali lagi maaf Adi" Dia terus meminta maaf kepadaku. Aku masih terdiam, membisu seakan Aku tidak mau berbicara lagi dengannya. Kemudian Aku memasang senyum palsu, berusaha menahan rasa sakit yang ada di hatiku. Lalu Aku mulai mencoba berbicara "Tidak apa-apa Karin mungkin Aku belum bisa menjadi yang terbaik untukmu." Lalu dia memegang tanganku seraya berkata "Engga Adi, justru kamu udah terlalu baik sama Aku, kamu cowo yang baik, setia, serta jujur. Aku yakin kamu bakal mendapatkan yang lebih baik dari Aku. Sekali lagi maaf Adi." ...

Aku Mencoba Berjuang Bersama Sebongkah Hatiku: Saat-Saat Menegangkan

Empat bulan sudah aku melakukan pendekatan dengan Karin. Tidak selalu pendekatanku berjalan mulus, Terkadang ada batu sandungan yang menghalangiku. Tapi dengan kesabaranku semua batu sandungan itu kubiarkan berlalu. Saat masa-masa pendekatan di bulan ke empat ini, tiba-tiba saja Aku lost contact dengan Karin. Tiga hari Aku lost contact dengannya. Tidak ada messenger maupun telpon yang masuk. Saat Aku mencoba untuk menghubunginya, tidak ada sambungan alias tidak ada yang menjawab telpon Karin. Rasa curigaku belum muncul di hati dan pikiranku tetapi Aku merasa khawatir akan keadaan dia. Di hari ke-5 Aku pun tersambung lagi dengannya. Permintaan maaf Karin kepadaku pun terlontar dari pesan messengernya. Dia meminta maaf karena sudah lima hari lost contact denganku. Saat itu aku mencoba untuk menghubungi Karin. Sama seperti hal-nya di messenger dia pun meminta maaf karena sudah lima hari lost contact denganku. Permintaan maafnya ku-kabulkan dan kami pun saling kontak mengontak dengan nor...

Aku Mencoba Berjuang Bersama Sebongkah Hatiku: Masa-Masa Indah Bersamanya

Satu minggu sudah Aku dan Karin saling akrab dan mengenal satu sama lainnya. Berbagai macam pembicaraan mulai dari yang serius sampai pembicaraan yang absurd kami bicarakan lewat messenger. Tak henti-hentinya Aku selalu tersenyum saat mendapat balasan messenger darinya. Semakin Aku merasa suka kepadanya. Sesekalinya Aku berpikir, "apakah dia merasakan hal yang sama seperti yang terjadi pada diriku ini?" Tiba-tiba timbul di pikiranku untuk meminta nomor telpon kepadanya. Saat itulah juga aku memberanikan diri untuk meminta nomor telpon kepadanya, karena selama seminggu yang Aku lewati bersamanya belum sekalipun Aku menelpon Karin. Setelah Aku mendapatkan nomor telpon dia, secara reflek otakku bekerja dan memberikan perintah kepada tanganku untuk menghubungi Karin. Dengan rasa gugup Aku menghubungi Karin dan apa yang terjadi setelah itu? Ya sama seperti hal-nya di messenger, Aku dan Karin membicarakan hal-hal yang serius sampai hal-hal yang absurd tapi bedanya aku mendengarkan...

Aku Mencoba Berjuang Bersama Sebongkah Hatiku: Pendekatan Pertamaku

Pendekatan Pertamaku Hari esok yang kutunggu pun datang. Rasa gugup pun mulai muncul dan menghantui benak hatiku. Aku berpikir "kenapa aku merasa segugup ini? Padahal aku kan baru sekalinya bertemu dengan dia." Lalu Aku mencoba hilangkan pikiran dan rasa gugup yang ada di benak hatiku itu. Tepat pukul 15.00 tergambar di jam tanganku. Aku segera bergegas ke perpustakaan di kampusku. Di dalam perjalanan menuju perpustakaan di kampusku, Aku pun masih terus dihantui rasa gugup walaupun Aku mencoba menghilangkan rasa gugup tersebut dengan segala usahaku. Sesampainya di perpustakaan, Aku duduk menunggu dan terus menunggu. Setengah jam pun berlalu dan aku masih terus menunggu karena hanya ingin tahu siapa nama wanita cantik yang ku temui kemarin di sini. Terlalu lama menunggu, rasa putus asa-ku mulai datang tetapi hatiku tetap bersikeras untuk menunggu kedatangan wanita itu ke perpustakaan ini. 45 menit berlalu, ketika aku hendak beranjak dari tempat duduk-ku, aku melihat wani...

Aku Mencoba Berjuang Bersama Sebongkah Hatiku: First Love At First Sight

First love at first sight, hmm aku baru merasakannya itu saat cukup mengerti apa arti sebuah cinta. Itu merupakan moment yang terindah yang tak bisa diulangi lagi, hanya sekali se-umur hidup. Emosiku bergejolak, terlepas dari jeratan-jeratan kesedihanku, melompat riang gembira, dan banyak lagi macam-macam ekspresi jiwa kesenangan yang masih banyak dan panjang untuk di deskripsikan. Sungguh betapa senang dan gembiranya hati dan pikiranku saat menemukan first love-ku itu. Aku menemukan first love-ku saat aku hendak mencari buku referensi di perpustakaan kampusku. Saat hendak mencari sebuah referensi untuk karya tulisanku, Aku melihat seorang wanita yang duduk membaca sebuah buku sembari menikmati alunan lagu yang ada di handphonenya dengan menggunakan headset di meja sebrang. Aku berdecak kagum dengan kecantikannya. Pandanganku tertuju padanya, menghiraukan buku yang ada di genggamanku. Kemudian aku bertanya di dalam hati "apakah ini wanita yang tercantik yang pernah aku lihat?...

Aku Mencoba Berjuang Bersama Sebongkah Hatiku: Pengenalan Siapa Aku...

Pengenalan Siapa Aku… Di sebuah kost-kostan yang cukup layak untuk ditempati dengan nuansa yang akrab dengan sesama penghuni kost lainnya, di situlah keberadaanku. Aku adalah Adi, 18 tahun mahasiswa kedokteran di suatu universitas di Jakarta. Sehat jiwa dan raga sebagai modal dasar dalam kehidupanku. Sebuah keluarga yang bahagia dan berkecukupan menghiasi interior di kehidupanku. Teman serta sahabat yang baik mendekorasikan sebuah ruangan yang ada di kehidupanku. Imajinasiku melengkapi hidupku. Bersama dialah aku mengkreasikan sebuah pikiran yang terpendam di pikiranku sehingga menjadi karya yang menarik untuk di publikasikan. Saat menginjak remaja aku pertama kalinya mengenal cinta. Aku belum mengerti jelas apa itu cinta? Mengapa setiap mahluk di dunia membutuhkan cinta? Kenapa sikap seseorang bisa berubah hanya karena cinta? Pertanyaan itu terus membayangi pikiranku, meracuni darah yang mengalir di dalam otakku, dan bersatu di dalam imajinasiku. Kemudian Aku berusaha mempelajari...