Posts

Pekan Yang Berat

Image
"Kalo saba'a tujuh, kalo delapan apa ya?" *gue bingung* "Bahasa Arab itu A * ." *gue mikir* "Oh yaudah deh gak jadi. Hehe..." (ninggalin gue sambil nyengir) *A = panggilan "mas" yang biasa diucapkan orang Bandung. Percakapan yang GAK JELAS BANGET tadi terjadi saat gue hendak pergi ke Mesjid untuk menunaikan ibadah solat Maghrib. *benerin peci* *elus-elus janggut* Saat itu gue dihadang sama mas-mas berperawakan semi-brewok dengan postur tubuh setinggi kulkas satu pintu, dihiasi dengan senyumannya yang seperti aktor antagonis yang telah berhasil mengeksekusi rencana jahatnya (Gue singkat aja jadi MMBSBDPTBSKSPDDSYSAAAYTBMRJ). Gue merinding disko saat tiba-tiba sang MMBSBDPTBSKSPDDSYSAAYTBMRJ menghadang di depan gue. Sontak gue kaget  karena saat itu gue lagi ngayal tentang gebetan gue (cailah). Dua detik berselang, terjadilah dialog antara gue dan MMBSBDPTBSKSPDDSYSAAAYTBMRJ seperti yang gue udah tulis sebelumnya. Gue sempet mikir a...

Banyak Belajar (Lebih Banyak) Hal

Terbesit dipikiran gue untuk membuat proyek untuk diri gue sendiri dengan bantuan teman gue untuk membuat cerita yang bakal gue tulis disini buat jadi komik. Jadi tiap akhir pekan gue bakal bercerita tentang apapun yang terjadi selama se-pekan yang udah gue alamin dan insyaAllah bakal dibikin komik sama temen gue(kalo dianya mau). Coming soon deh semoga bisa jadi kenyataan dan sesuai ekspektasi. Maka dari itu gue akan melakukan kebiasaan rutinitas gue (lagi) buat nulis cerita apapun yang udah terjadi sama gue yang mungkin bisa jadi pelajaran ataupun bahan tertawaan, tapi jangan dijadiin bahan kue aja soalnya gak bakal jadi kuenya. ........ *dua jangkrik maen gaple* ........ ........ ........ *injek jangkriknya* Senin, hari yang cukup menghibur membosankan untuk mengawali pekan bagi setiap orang. Termasuk gue selama gue stay di Bandung. Biasanya hari senin saat gue di Jakarta adalah hari kesukaan gue mengingat saat malamnya gue bakal maen underwater hockey bareng...

Belajar Sabar

*bersihin debu* Whoaaaaa udah lama banget gue gak nulis lagi semenjak Perang Diponogoro berakhir. Emang sih akhir-akhir ini gue sibuk karena jadwal kuliah yang lumayan padat (cailah) jadi gue masih belum ada kesempatan buat nulis lagi. Sebenernya ada dua tulisan yang sampe sekarang belum rampung juga dikarenakan sifat gue yang mudah tergoda akan permainan Dota yang membuat gue menunda-nunda waktu gue buat rampungin dua tulisan gue yang seharusnya udah kelar dua bulan yang lalu.           Oh iya masalah kuliah, sekarang gue kuliah di Bandung (untuk sementara waktu ) sembari menunggu kesempatan terakhir gue jika masih ingin mengejar kuliah di jurusan kedokteran. Jurusan yang gue pilih pun sangat jauh dari ekspektasi gue, jurusan arsitektur. Mau bagaimana lagi, ini pun gue pilih karena keinginan orang tua gue yang mengharuskan gue untuk kuliah tahun ini. Sebenarnya gue dapet dua jurusan di universitas swasta tempat gue kuliah sekarang, jurusa...

Because It's Me..

Image
Because It's Me.. Mencoba peruntungan saja.. Setelah linimasa membisikan angin-angin kesegaran akan adanya kontes berhadiah laptop gratis. Saat mendengar kata-kata "berhadiah laptop", tanpa basa basi gue langsung mengikuti kontes tersebut. Kebetulan juga gue butuh laptop baru mengingat laptop gue yang suka mati mendadak kaya ayam kena flu burung, maka dari itu gue mencoba peruntungan dengan mengikuti kontes ini (kali-kali aja menang). VAIO E seri 14P adalah notebook 14 inci yang cocok untuk setiap orang yang ingin penggunaan komputer sehari-harinya jadi lebih cerdas dan mudah. Dilengkapi dengan generasi ketiga Intel Core i7 CPU dengan AMD Radeon HD 7670M GPU diskrit (VRAM 1GB), notebook ini akan memuaskan kebutuhan sehari-hari tanpa stress. Dengan desain yang unik dan bervariasi, semua orang bisa mengekspresikan gayanya dengan VAIO E terbaru seri 14P. Setelah gue melihat spesifikasi dari  VAIO E yang di atas gue makin semangat untuk mengikuti kontes ini. ...

Gue Hampir Berhasil (Lagi)

Hmm, posting ini merupakan salah satu posting sedih, tapi ya gue tulis aja deh, mengingat gue gak bisa menyimpan kesedihan ini terlalu lama dipikiran dan hati gue. Jadi ya gue tumpahin aja di sini. Untuk kedua kalinya gue hampir berhasil dalam memasuki tahap menjadi mahasiswa PTN lewat jalur SNMPTN. Yap gue gak diterima PTN lewat jalur SNMPTN. Sangat teramat nyesek sampe gue nangis semaleman. Sebenarnya gue nangis bukan karena gak keterima di PTN lewat jalur SNMPTN. Gue nangis karena gue ngecewain nyokap gue yang udah berjuang bantuin gue selama ini. Uangnya habis untuk membantu gue demi mendapatkan PTN lewat jalur SNMPTN. Gak cewe gak PTN semuanya nolak gue (halah). I'm sorry Mom. I promise, I'll make your proud :') Duh, gue nulis ini sampe gue nangis lagi, hahaha.

Tes Sekalian Liburan (Part 1)

Hmm, sebenarnya tulisan ini harus udah selesai semenjak kepulangan gue ke Jakarta, tapi berhubung guenya sibuk banget (padahal cuma sibuk ngitungin biji semangka) jadinya gue tunda posting cerita gue saat di Malang sampai akhirnya hari ini baru sempet gue posting. Sebelumnya maaf ya kalo postingan di sini tentang cerita-cerita gue saat di Malang gak banyak objek foto yang tampil di postingan ini karena keterbatasan resolusi kamera dan kebetulan guenya baru sadar pas sampe Jakarta "Kenapa gue gak foto-foto pas di Malang yak?" Oke, these is my story about Malang... "Gak nyangka gue bakalan tes sejauh ini untuk mengejar cita-cita gue sebagai mahasiswa FK." Itulah pikiran gue pertama kali saat gue hendak menjalani niat gue pergi ke Malang bersama teman gue Bayu buat tes SNMPTN. "Kenapa tes SNMPTN-nya di Malang Mas ?" Karena kalo gue tesnya di Daan Mogot gue bukan tes SNMPTN, melainkan gue bakal bikin SIM di sana. Gue dan Bayu memutuskan untuk tes di ...

Aku ingin menemui anakku

Terminal Senen, pukul 22.45 WIB Hujan deras mengguyur kota Jakarta dengan terpaan angin kencang yang menghempaskan bak sampah yang berada di sampingku. Dingin dan berkabut. Hanya berselimutkan sebuah koran yang pada akhirnya koran itu hanyalah sebuah pelengkap aksesorisku dalam menyambut derasnya hujan di malam ini. Aku adalah Indra, laki-laki berusia 38 tahun dengan tinggi 170 centimeter. Aku ingin bertemu dengan anakku Rina yang sudah 3,5 tahun lamanya aku tidak berjumpa dengannya. Dia tinggal di Semarang bersama istriku, tempat tinggal dan daerah asalku. Aku merantau ke Jakarta untuk mencari nafkah untuk kehidupan keluargaku. Alhamdulillah, walaupun hanyalah seorang buruh di sebuah pabrik, setidaknya tiga perempat dari penghasilannku aku kirimkan ke Semarang untuk menafkahi keluargaku. Sebelum aku menemui anakku, aku ingin mencari sanak saudaraku yang tinggal tidak jauh dekat dengan Terminal Senen. Aku ingin meminjam uang kepada dia untuk pulang ke kampung. Maklum, aku sekaran...